Minggu, 16 Maret 2014

DRAMATURGI PEMILU 2014

DRAMATURGI PEMILU 2014

Dramaturgi, pandangan sebuah konsep mengenai kehidupan sosial sehari-hari sebagai sebuah sandiwara dramatik yang ditampilkan di atas panggung. Adalah Erving Goffman yang merupakan seorang tokoh sosiologi interaksionalisme simbolik yang melahirkan pemikiran ini. Dalam menyikapi fenomena sehari-hari, konsep dramaturgi masih relevan sebagai dasar untuk menganalisa konsep diri dalam kehidupan sehari-hari.
Menengok sejenak fenomena yang saat ini sedang berlangsung, pesta demokrasi yang dikemas dalam agenda politik yaitu Pemilu yang akan dilaksanakan 9 April 2014. Layaknya sebuah pentas pertunjukan yang akan disajikan oleh para pelaku politik kepada masyarakat, agenda pemilu menjadi sebuah pertunjukan yang diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam proses ini.
Analogi pemilu dengan konsep dramaturgi adalah suatu hal yang menjadi menarik untuk dipresentasikan. Pemilu 2014 merupakan sebuah drama kehidupan yang diperankan oleh peserta pemilu sebagai aktor sosial dan masyarakat politik sebagai audiens sosial. Menjadi tugas seorang aktor untuk dapat menampilkan dirinya sebaik mungkin melalui proses interaksi yang berlangsung kepada audiensnya. Sandiwara ini akan dapat berhasil apabila masyarakat  politik menerima dengan baik hasil presentasi peserta pemilu.
Dramaturgi terbagi ke dalam front stage (bagian depan) dan back stage (panggung belakang). Bagian depan merupakan bagian dari sandiwara yang secara umum berfungsi untuk medefinisikan situasi bagi orang-orang yang mengamati sandiwara itu. Proses pemilu seperti kampanye merupakan front stage dramaturgi. Jauh lebih lanjut font stage terbagi menjadi setting front (depan latar) dan personal (depan pribadi). Latar pemilu merupakan situasi fisik dimana proses kampanye sedang berlangsung yang manampilkan kapasitas dan kapabilitas peserta pemilu. Bagian depan pribadi meliputi penampilan dan sikap peserta pemilu. Peserta pemilu tentunya akan berusaha membuat masyarakat takjub melihat drama politik yang sedang berlangsung, menampilkan karakter seorang politikus yang handal dengan mengumbar janji dan berbagai macam harapan.
 Panggung belakang merupakan tempat dimana fakta-fakta yang ditindas dan tidak ditampilkan di bagian depan. Panggung belakang merupakan tempat perilaku-perilaku yang terahasiakan oleh peserta pemilu dihadapan masyarakat. Suatu panggung belakang akan dapat merusak penampilan peserta pemilu apabila masyarakat mengetahui fakta-fakta atau pun jejak rekam hitam peserta pemilu. Untuk dapat meyakinkan masyarakat, panggung belakang adalah tempat dimana peserta pemilu memanajemen segala macam hal yang berkaitan dengan proses pemenangan pemilu. Sebuah strategi politik yang telah tertata dengan rapi.
Setelah semua dramaturgi pemilu telah usai, hasil pertunjukan dikembalikan pada  masyarakat sebagai audiens. Suatu derajat drama pemilu dapat berjalan dengan baik apabila masyarakat turut serta peran aktif dalam proses pemilu . Tentu saja sebagai masyarakat politik, berhak memberikan pujian maupun kritik sosial kepada peserta pemilu. Perlu disadari pemilu adalah sarana politik untuk mewujudkan kehendak rakyat kepada negara dalam sistem demokrasi.

Salam RETORIKA!!!

ABDUL BUKHORI MUSLIM

1 komentar:

  1. Nice Post... Sangat membantu saya dalam belajar interaksionisme simbolik... Terima Kasih :)

    BalasHapus