DRAMATURGI PEMILU 2014
Dramaturgi, pandangan
sebuah konsep mengenai kehidupan sosial sehari-hari sebagai sebuah sandiwara
dramatik yang ditampilkan di atas panggung. Adalah Erving
Goffman yang merupakan seorang tokoh sosiologi
interaksionalisme simbolik yang melahirkan pemikiran ini. Dalam menyikapi fenomena sehari-hari, konsep dramaturgi
masih relevan sebagai dasar untuk menganalisa konsep diri dalam kehidupan sehari-hari.
Menengok
sejenak fenomena yang saat ini sedang berlangsung, pesta
demokrasi yang dikemas dalam agenda politik yaitu Pemilu yang akan dilaksanakan 9 April 2014.
Layaknya sebuah pentas pertunjukan yang akan disajikan oleh para pelaku politik
kepada masyarakat, agenda pemilu menjadi sebuah pertunjukan yang diharapkan
mampu menarik minat masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam proses ini.
Analogi pemilu dengan
konsep dramaturgi adalah
suatu hal yang menjadi
menarik untuk dipresentasikan. Pemilu 2014 merupakan sebuah drama kehidupan yang diperankan oleh peserta pemilu sebagai aktor
sosial dan masyarakat politik sebagai audiens
sosial. Menjadi tugas seorang aktor untuk
dapat menampilkan dirinya sebaik mungkin melalui proses interaksi yang
berlangsung kepada audiensnya.
Sandiwara ini akan dapat berhasil apabila masyarakat politik menerima dengan baik hasil presentasi peserta pemilu.
Dramaturgi terbagi ke dalam front stage (bagian depan) dan back stage (panggung belakang).
Bagian depan merupakan bagian dari sandiwara
yang secara umum berfungsi untuk medefinisikan situasi bagi orang-orang yang
mengamati sandiwara itu.
Proses pemilu seperti kampanye merupakan front stage dramaturgi. Jauh lebih lanjut
font stage terbagi menjadi setting front (depan latar) dan personal (depan pribadi). Latar pemilu
merupakan situasi fisik dimana proses kampanye sedang berlangsung yang
manampilkan kapasitas dan kapabilitas peserta pemilu. Bagian depan pribadi
meliputi penampilan dan sikap peserta pemilu. Peserta
pemilu tentunya akan berusaha membuat masyarakat takjub melihat drama politik
yang sedang berlangsung, menampilkan karakter seorang politikus yang handal
dengan mengumbar janji dan berbagai macam harapan.
Panggung belakang merupakan tempat dimana fakta-fakta
yang ditindas dan tidak ditampilkan di bagian depan. Panggung belakang
merupakan tempat perilaku-perilaku yang terahasiakan oleh peserta pemilu
dihadapan masyarakat. Suatu panggung belakang akan dapat merusak penampilan peserta
pemilu apabila masyarakat mengetahui fakta-fakta atau pun jejak rekam hitam peserta
pemilu. Untuk dapat meyakinkan masyarakat, panggung belakang adalah tempat
dimana peserta pemilu memanajemen segala macam hal yang berkaitan dengan proses
pemenangan pemilu. Sebuah strategi politik yang telah tertata dengan rapi.
Setelah
semua dramaturgi pemilu telah usai, hasil pertunjukan dikembalikan pada masyarakat sebagai audiens. Suatu derajat
drama pemilu dapat berjalan dengan baik apabila masyarakat turut serta peran
aktif dalam proses pemilu . Tentu saja sebagai masyarakat politik, berhak
memberikan pujian maupun kritik sosial kepada peserta pemilu. Perlu disadari pemilu
adalah sarana politik untuk mewujudkan
kehendak rakyat kepada negara dalam sistem demokrasi.
Salam
RETORIKA!!!
ABDUL BUKHORI MUSLIM
Nice Post... Sangat membantu saya dalam belajar interaksionisme simbolik... Terima Kasih :)
BalasHapus